Kalaukain sudha bersih dari lilin dan sudah kering, selanjutnya kamu dapat melakukan proses membatik lagi dengan menggunakan lilin. Tujuannya untuk mempertahankan warna pada pewarnaan pertama dan kedua. Proses melelehkan atau membuka dan menutup lilin bisa dilakukan berulang kali, tergantung seberapa banyak warna yang ada di kain batik nantinya. Dilanjutkandengan proses pencelupan warna yang kedua ,pemberian malam lagi, pencelupan ketiga dst.Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tsb satu persatu (Proses membuka/nglorot dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan Kainputih / Mori. 2. Lilin / malam. Lilin atau "malam" ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik. sebelum digunakan, lillin malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor atau pemanas lain. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam atau lilin biasa. Bahanyang digunakan meliputi kain mori, lilin malam, pewarna dan juga zat pembantu dalam proses plorotan dan fixsasi warna agar tidak luntur. B. ALAT 1. Canting cap Digunakan untuk membuat ornament utama 2. Canting tulis Digunakan untuk membuat isian (isen isen) pada kain batik 3. Meja 16 Dilengkapi dengan busa dan kain belacu serta serak Prosesmembatik tradisional membutuhkan alat yang dinamakan Canting. Canting berbentuk seperti pipa dengan ujung lancip yang digunakan untuk melukis motif batik. Terdiri dari tiga bagian yang disebut sebagai; cucuk, nyamplung dan pegangan. Pada bagian cucuk atau ujung lancip dari Canting bisa dibilang sebagai ujung pena dari si Canting. Lilinbatik tembokan/popokan, berfungsi menutup bagian motif yang akan tetap putih, menutup dasaran kain agar tetap putih (disebut nembok/mopok), menutup pinggiran pada kain panjang (seret). Lilin tembok mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1) Lama mencair dan cepat membeku 2) Daya lekatnya sangat kuat sehingga tidak mudah lepas/remuk Tahukahkalian bagaimana kita bisa dengan mudah membuka dan menutup mulut kita, kadang kita menyepelekan hal tersebut, padahal jika kita berpikir sedikit saja tentang itu maka kita akan semakin mensyukuri akan nikmat-Nya. Maha besar Engkau ya Allah Proses membuka dan menutup mulut berhubungan dengan beberapa komponen yaitu otot membuka dan menutup mulut, sendi temporomandibula (temporomandibula Biasanyadisesuaikan dengan pemakaian untuk membuat motif tertentu dan juga pengalaman dari pembatik. Kegunaan Malam Batik Malam Batik memiliki fungsi utama yaitu untuk mewarnai dan menutup bidang baik itu Kain ataupun Kayu (yang disebut Kerajinan Batik Kayu) sesuai dengan motif batik yang diinginkan oleh pembatik. Pensilbiasa dengan batang kayu relatif murah, dapat dipakai untuk membuat berbagai macam goresan,dan dapat digunakan untuk menutup bidang gambar dan membuat bayangan. Walaupun pensil biasa sudah cukup cocok untuk dipergunakan menggambar, namun dalam pengunaannya harus diperhatikan mutu dan jenis pensilnya. Bahanperintang yang digunakan berupa malam (lilin). Pada tanggal 2 Oktober 2009, batik telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan, untuk budaya lisan dan non bendawi (Masterpieces Of The Oral And Intangible Heritage Of Humanity). Alat dan bahan untuk membuat batik cap, tidaklah berbeda jauh dengan alat dan bahan yang Adabeberapa proses untuk membuat batik. Pertama adalah mori dan klowong. Mori artinya kain mori yang siap dibatik, sedangkan klowong artinya menggambar pola ragam hias menggunakan lilin malam dengan cating di atas kain mori. Kedua, tembokan dan wedelan yang artinya menutup bagian yang putih dengan lilin malam, setelah itu mencelup mori yang 3 Kain batik tulis berbau lilin batik. 4. Bila ada remukan lilin (khususnya yang sengaja dibuat), tidak akan dapat secara teratur dan berulang. 5. Warna batik tulis kedua bidang bolak-balik sama. Secara umum proses pembuatan batik tulis membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama seperti pada jaman dulu. Prosesini di sebut dengan njaplak. Fungsinya agar pengrajin batik tulis dapat dengan mudah membuat pola motif batik tulis. Mei 20, 2022 oleh masbidin net. Corak yang ditampilakan terlihat jelas dan lebih luwes dengan ukurang yang lebih kecil daripada cara membuat batik cap, hal ini karena desain pada tulisan batik tidak ada. 7 Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulang kali sesuai banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. 8. Alatukur meteran untuk mengukur keliling batang dan jarak titik bor satu dengan lainnya. ü. Pinset dan suntikan sesuai ukuran bor. ü. Alkohol 70 % untuk sterilkan alat dan lubang hasil bor kayu. ü. Masker, gunting serta kapas. ü. Lilin lunak, plester atau lakban, untuk menutup lubang bor. ü. Sarung tangan karet dan Inokulan Gaharu. xtGv. Terdapat empat jenis batik yang diproduksi oleh UMKM Batik di Kecamatan Pandak yaitu batik tulis, batik lukis, batik cap, dan batik kombinasi batik tulis dan batik cap. Teknik pembuatan batik tulis dan lukis hampir sama, yang membedakan adalah pola gambarnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai alat dan bahan serta tahapan pembuatan batik menurut jenisnya a. Batik Tulis dan Batik Lukis 1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah batik tulis dan batik lukis diantaranya a Canting, digunakan sebagai alat tulis lilin untuk menutupi pola dan motif batik. b Pensil pola, alat ini digunakan untuk menggambar pola atau motif dasar yang diinginkan pada kain mori. c Kain mori, merupakan kain utama dalam pembuatan batik. Saat ini, kain mori dapat digantikan dengan kain katun maupun kain sutra. Pemilihan kain disesuaikan dengan kebutuhan atau pesanan. d Lilin malam, digunakan untuk menutup pola tertentu agar tidak terkena warna dalam proses pewarnaan. e Soda abu, berfungsi untuk mengunci warna pada batik agar tidak mudah luntur. f Wajan dan Kompor, wajan digunakan untuk menampung lilin ketika dicairkan, sedangkan kompor berfungsi untuk memanaskan lilin padat agar berubah menjadi lilin cair. Wajan dan kompor yang digunakan biasanya berukuran kecil. g Bahan pewarna kain, seperti namanya, bahan ini digunakan untuk mewarnai kain agar motif yang sudah dibuat dapat terlihat dengan jelas. h Gawangan, merupakan tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik. Alat ini terbuat dari kayu atau bambu. 2 Tahap Pembuatan a Menyiapkan kain mori, kemudian membuat motif diatas kain tersebut dengan menggunakan pensil pola. b Melukis pola dengan lilin malam menggunakan canting, tahap ini dilakukan untuk menutupi pola agar dalam tahap pewarnaan bagian yang ditutupi tidak terkena pewarna. Pada tahap ini, kain yang akan diberi lilin diletakkan di gawangan. c Menyelupkan kain yang telah diberi lilin ke dalam pewarna. d Mengeringkan kain yang telah diberi pewarna dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari. e Merendam kain yang telah dijemur guna menghilangkan lilin malam yang melekat pada kain dengan air panas Setelah lilin malam hilang, kain dijemur kembali. f Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin menggunakan canting untuk menahan warna pertama. Proses membuka dan menutup lilin ini dapat dilakukan berulang kali sesuai jumlah warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. g Mengerik lilin dengan pisau, kemudian merebus kain yang telah berubah warna atau biasa dikenal dengan istilah “Pelorodan”. Tahap ini dilakukan untuk menghilangkan lapisan lilin. Pada umumnya air yang digunakan untuk merebus kain yang terakhir kali, diberi soda abu guna mengunci warna yang menempel pada kain, sehingga motif batik tidak mudah luntur. h Mencuci kain batik dan mengeringkannya dengan cara menjemur di bawah sinar matahari. b. Batik Cap 1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah batik cap diantaranya a Meja, terbuat dari kayu yang berfungsi untuk melakukan pengecapan batik. b Kasur bantalan, terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain, berfungsi sebagai lapisan bantalan kain mori yang akan dicap. c Taplak, terbuat dari kain katun yang berfungsi sebagai lapisan bantalan. d Wajan dan Kompor, wajan digunakan untuk menampung lilin ketika dicairkan, sedangkan kompor berfungsi untuk memanaskan lilin padat agar berubah menjadi lilin cair. Wajan dan kompor yang digunakan biasanya berukuran kecil. e Alat cap, alat ini digunakan untuk memberikan motif batik pada kain. Motif batik sudah tertera permanen pada alat cap, sehingga pembatik tidak perlu mencanting lagi. f Kain mori, merupakan kain utama dalam pembuatan batik. Saat ini, kain mori dapat digantikan dengan kain katun maupun kain sutra. Pemilihan kain disesuaikan dengan kebutuhan atau pesanan. g Lilin malam, digunakan untuk menutup pola tertentu agar tidak terkena warna dalam proses pewarnaan. h Soda abu, berfungsi untuk mengunci warna pada batik agar tidak mudah luntur. i Kain kecil, kain ini dimasukkan ke dalam wajan yang berfungsi untuk menyaring cairan lilin malam agar tidak ada kotoran dari lilin tersebut yang melekat pada cetakan batik cap. 2 Tahap Pembuatan a Meletakkan kain katun di atas meja yang telah dilapisi bantalan. b Mencelupkan alat cap ke dalam cairan lilin secara merata. c Menempelkan cap pada kain dengan cara ditekan, tahapan ini dilakukan berulang-ulang hingga kain dipenuhi dengan motif pada alat cap. d Memasukkan kain yang sudah diberi motif ke dalam cairan pewarrna. e Merebus kain batik tersebut agar sisa-sisa lilin malam yang melekat hilang. f Mencuci kain batik yang sudah jadi dan menjemurnya di bawah sinar matahari. c. Batik Kombinasi Tulis dan Cap Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan batik kombinasi merupakan perpaduan alat dan bahan yang digunakan pada proses membuat batik cap dan batik tulis atau lukis. Adapun tahapan dalam membuat batik kombinasi yaitu 1 Memberi motif pada kain menggunakan alat cap. 2 Menutupi pola dari batik cap dengan lilin malam menggunakan canting. Tahapan ini dilakukan agar pada saat pewarnaan, bagian yang ditutup lilin tidak terkena pewarna. Selain itu, pencantingan juga dapat dilakukan untuk menambah motif-motif yang tidak ada pada alat cap. 3 Menyelupkan kain yang telah diberi lilin ke dalam pewarna. 4 Mengeringkan kain yang telah diberi pewarna dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari. 5 Merendam kain yang telah dijemur guna menghilangkan lilin malam yang melekat pada kain dengan air panas Setelah lilin malam hilang, kain dijemur kembali. 6 Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin menggunakan canting untuk menahan warna pertama. Proses membuka dan menutup lilin ini dapat dilakukan berulang kali sesuai jumlah warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. 7 Mengerik lilin dengan pisau, kemudian merebus kain yang telah berubah warna atau biasa dikenal dengan istilah “Pelorodan”. Tahap ini dilakukan untuk menghilangkan lapisan lilin. Pada umumnya air yang digunakan untuk merebus kain yang terakhir kali, diberi soda abu guna mengunci warna yang menempel pada kain, sehingga motif batik tidak mudah luntur. 8 Mencuci kain batik dan mengeringkannya dengan cara menjemur di bawah sinar matahari.

proses membuka dan menutup lilin disesuaikan dengan